Thursday, June 5, 2008

PERLUKAH AGAMA BAGI MANUSIA?

Saya tamatan sekolah umum. Jadi saya bisa melihat kejanggalan yang terjadi bagi sebangian orang. Bila berkecimpung dalam dunia pendidikan di bidang umum, tapi tidak menghiraukan ilmu agama.di masa mudanya. Memang tidak banyak yang mendorong kita untuk mencari tuhan, dan mengharap bantuannya sebab terkadang bila kita ditimpa sesuatu masalah, dan kita berdoa, tapi tuhan jarang mengabulkannya. Bahkan kalau kita mendapat sesuatu yang kita do’akanpun. Nampaknya selalu dari hasil keuletan kita. Dan hasil permintaan kita kepada seseorang. Dan bahkan terkadang karena kebetulan belaka. Tapi semuanya datang karena ketidak pedulian kita akan mengenal tuhan. Bila kita mengenal tuhan, tentu kita akan tahu, semua yang menolong itu juga karena tuhan. Dan tuhan serasa tidak menolong, karena sama sekali kita tidak mengerti akan tuhan. Dan terkadang tuhan tidak mengabulkan doa kita, disebabkan kita tak peduli dengan agama yang diturunkannya. Perlu kita pikirkan lebih dalam tentang tuhan. Apa lagi kita berada di sekolah umum. Tak terkecuali sekolah khusus agama tapi mereka biasanya terdoktrin dengan ajaran agama. Tanpa disarankan memang terpaksa mereka memikirknnya karena bahan-bahan pelajarannya. Tapi bagi sekolah umum, siapa yang mendorong. Bila bukan diri kita sendiri. Pembahasan tentang tuhan amat penting. Jangan kita sia-siakan masa muda. Jangan kita contoh para orang tua yang sebagian terlambat mengenal tuhannya. Bila ia ditimpa mara bahaya, dia akan ingat pada sang pencipta. Bila ia merasa sudah tua, dia akan membutuhkan tuhan. Sebab ia sangsi bahwa tak lama lagi ia akan mati. Pergi dari dunia ini. Kemana? Tentang anasir tubuhnya tentu dapat di jawab oleh pelajaran biologi dan kimia. Yaitu tubuhnya akan diuraikan bakteri dan binatang binatang kecil. Bahkan tulangnya akan perlahan lahan meluruh.Tapi kalau jiwa dan rohnya, tak ada yang mampu menjawab kecuali ilmu agama. Bila kita ingin belajar agama. Tentu kita pilihlah pelajaran ketuhanan yang logika. Sebab tuhan pasti menurunkan pelajaran ketuhanan yang masuk akal manusia. Pilihlah agama yang logis. Yang tetap bisa dijalankan tanpa penambahan-penambahan ahli pikir yang tak ada jaminannya. Bila kita hendak belajar kitab suci agama, cobalah untuk mendikte satu persatu. Mana kira-kira kitab yang asli dari tuhan. Mana kira-kira yang tak bercampur dengan pikiran manusia. Benar. Kita mesti jeli. Jangan sampai salah memilih. Bila kitab suci itu asli dari tuhan, tentu tuhan akan menjaga keasliannya. Tidak terdiri dari banyak versi. Karena banyak versi, berarti sudah dicampuri pikiran penulisnya. Percayalah dengan kekuasaan tuhan. Tuhan pasti tidak ingin kitabnya dibuat dengan banyak versi. Dan tentang ketuhanan tadi, pilihlah tuhan yang benar-benar tuhan.maha yang kuasa, dan maha tahu. Seperti pada riwayat Abraham atau Ibrahim. Pada mulanya ia menyangka bahwa bintang itu adalah tuhan. Sebab cuma bintang yang bisa menerangi malam yang ketika ia memikirkan tuhan. Tiba tiba muncul bulan. Ternyata bulan lebih besar. Lalu dia menyangka bulan adalah tuhan. Tapi ketika pagi datang, terlihatlah olehnya matahari. Lalu ia menyangka matahari adalah tuhan. Tapi ketika malam tiba. Matahari terbenam tak ada lagi sinarnya. Berarti matahari itu bukan tuhan. Akhirnya ia berkesimpulan. Tuhannya adalah tuhan yang menciptakan bintang. Tuhan yang menciptakan bulan. Tuhan yang menciptakan matahari. Tuhan yang menciptakan semua itu. Tuhan yang menciptakan segala-galanya .Atau tuhan yang menciptakan alam semesta. Tentunya satu.Tentunya satu saja. Sebab tak mungkin lain tuhan yang menciptakan bumi dan bulan lagi pula sepanjang yang saya pelajari. Kitab yang paling pantas disebut asli dan tak bercampur dengan pikiran manusia, mengatakan tuhan hanya satu. Bila kitab suatu agama itu banyak, tentu tuhan telah membiarkan kitabnya itu dirubah-rubah oleh manusia. Bila kitab suatu agama itu cuma satu, berarti tuhan menjamin keasliannya. Bila banyak kitab berbeda dalam suatu agama itu, berarti ada keraguan antara satu sama lain. Solusinya, tentu carilah kitab yang dengan sengaja tertulis di kitab itu tidak “ada keraguan”. Sebab logikanya bila tuhan melihat manusia yang terkurung dalam keraguan, dia akan keluarkan kitab yang tanpa keraguan. Jadi sebagai kesimpulan, marilah kita cari kitab yang stabil. Tidak ada tiruannya. Marilah kita cari agama yang tuhannya satu saja atau esa. Marilah kita cari kitab agama yang sesuai dengan kemajuan zaman. Termasuk zaman science dan technologie/era kita. Jangan tunda. Karena itu suatu kebahagiaan yang tak ada bandingnya. Kebahagiaan disini bermakna, kita sudah punya tempat mengadu dan tempat meminta. Dan dia punya janji akan menyelamatkan kita dari dunia dan sesudahnya. Janji yang tertulis di kitab yang tak ada salahnya, di kitab yang tak ada yang mampu menirunya. Di kitab yang asli dan pasti dari tuhan. Yaitu janji yang kan memasukkan kita ke sesuatu tempat yang namanya sorga. Abadi di sana selama-lamanya.
Dan karena jika kita perhatikan para orangtua selalu berpikir menuju tuhannya setelah tua. Marilah kita pikirkan itu selagi masih muda. Sebab orang tua yang sudah berpengalaman pun selalu memikirkan agamanya setelah tuanya. Berarti agama itu amat penting. Bila anda ingin tahu agama apa yang di hati saya.Tak apa. Saya katakan saja.Yaitu islam. Coba teliti bila anda ingin tahu lebih jauh. Mari kita berpikir logis. Bila ada yang mengatakan Islam itu tidak bagus, jangan percaya sebelum teliti. Jangan mudah percaya dengan orang yang menjelekkannya sebelum kita mempelajarinya dengan pembahasan kita sendiri. Kita buat hipotesa, kita kumpul data, kita pelajari, kita teliti, kita perbandingkan dengan yang lain. Baru kita ambil kesimpulan. Dan satu yang terpenting, Jika kita mempelajari satu agama, kita mesti selalu terpokus pada pelajaran agama itu. Jangan terpokus pada individu yang menjalankannya. Karena orang yang menjalankannya tentu tidak semuanya melaksanakan perintah dengan taat. Tapi pelajarilah agamanya. Pelajarilah kitabnya. Kita pasti bisa menjawab, apa gunanya agama itu. Kita akan tahu apakah agama sesuatu yang penting. Terima kasih. Mr.Tanjung Panyabungan.

Thursday, May 29, 2008

STRUGGLE IN MINA

STRUGGLE IN MINA
When we arrived to Mina, Saudi Arabia. After came from Arafat desert, It was very tiring for me. When we found our camp. I looked for the place that suitable for sleep. When I found it, I toke a sleep. I know that my obligatory to come here is to throw away the gravel to Jamarat Aqobah, Usta, and Ula. But because of my weakness, I chose to take a rest and sleep. But in a few time later, my cousin Hamid Usman came to me. He awoke me. He asked me to go with him to do jumroh. (To throw away the gravel). And I agreed. We went together. I and him walked at the front. Many of my friends followed us at behind. My cousin hold my hand tightly. We were very close. I thought that he would not leave me in that way. Cause he toke me from my camp, of course he would accompany me again to my place. It made me didn't care about the way anymore. I prefer to talk with him than to watch out our way. It was about 5 am. At that time, many lamps were lighting. So the scene was full of lamps. When we were doing jumroh, we separated in that crowd. I did not look him anymore. I didn't know, where was the way to my place. He must be look for me. Either with me. But I didn't know where was him anymore. I had to think a lot. What would I do to find my camp.
At the end, I knew what to do. I had to wait for the else pilgrimage who was walking at this way. I had been waiting more than 3 hours. I found another pilgrimage after four hours. I followed them. Until I arrived to my camp. I was lost in my way. But it is like nostalgia for me now. Nice story in Mina. I said nice cause it was as my struggle there. Mr. Tanjung panyabungan